Diam itu emas. Istilah yang sering kita dengar yang memiliki banyak makna. Tergantung bagaimana mereka menafsirkannya.
Kalau dari sudut pandangku, diam yang tidak membawa penyesalan. Maksudnya disini ketika kita marah atau sedang dalam keadaan mood yang buruk. Tak sedikit yang meluapkan dengan penuh ekspresi namun tak sedikit pula yang memilih diam. Aku sendiri awalnya tipe yang selalu mengekspresikan apa yang aku rasakan. Namun seiring bertambahnya usia dan semakin banyaknya teman berkumpul, banyak melihat pengalaman dari diri sendiri dan orang lain. Banyak sekali pengalaman yang bsia kita ambilatau kita buang.
Marah dengan meluapakan penuh ekspresi ternyata hanya memiliki penyesalan diujung. Penyesalan yang sampai kapanpun tidak bisa dilupakan entah dari diri kita sendiri ataupun dari lawan kita. Memang mungkin benar mereka memaafkan atas perbuatan kita, namun apakah mereka bisa melupakan??? Hanya mereka yang tau..
Penyesalan yang tak ada obatnya dan sedang berusaha pelan-pelan aku hidari adalah berkata saat sedang emosi.
Walau memang ketika kita diam saat marah, akan membuat orang disekitar kita tidak nyaman. Namun hal itu tidak akan meninggalkan luka yang membekas. Karena ketika kita sudah baik baik saja mereka juga akan baik baik saja. Berbeda dengan ketika kita berkata-kata saat marah. Entah apa yang yang kita ucapkan yang jelas itu pasti menyakitkan dan tak terlupakan
Komentar
Posting Komentar